GEOPALA
(Geografi Pecinta Alam)
Berdiri : :
12 Desember 2004 (puncak Welirang) 07.02 WIB
Pendiri : :
Tim 15 (Aruna’02, Di2k’02, Hendra’02, Mi2ng’02, Eko’02, Liza’02, Dayu’02, Nur hayati’02, Yuni’02, Hendrik’03, Anang’03, Atmi’ah’04, Charis’04, Mas’udi’04, Irfan’04)
Visi :
· Untuk mencapai ridho Tuhan Yang Maha Esa dengan cara melestarikan ciptaanNya
· Untuk menyalurkan bakat dan minat anggota Geopala khususnya dan mahasiswa Geografi pada umumnya.
· Menambah wawasan mahasiswa tentang pentingnya arti cinta lingkungan hudup
Misi :
· Megadakan obsesfasi lingkungan dalam rangka meningkatkan civitas akademik dalam bidang lingkungan hidup baik intern maupun ekstern kampus.
· Menambah perbendaharaan ilmu Geografi pada umumnya
· Meningkatkan rasa solidaritas dan rasa persatuan antara sesama mahasiswa Geografi FIS UNESA.
Sejarah singkat :
Berawal dari kesamaan hati dan hoby dari segelintir mahasiswa geografi yang mempunyai keinginan untuk tetap eksis pada hoby dan kegiatanya. Mereka merencanakan untuk membuat suatu wadah organisasi untuk menampung hoby dan kegiatan mereka yang sama. Maka mereka mengutarakan uneg2 mereka kepada dosen jurusan geografi (Pak Dar & Pak Sapar). Beliau akhirnya menerima dan mau menjadi Pembina organisasi tersebut.
3
Setelah berdiskusi dengan kepala jurusan saat itu(Alm. Ardjito) dan oleh beliau disetujui maka terbentuklah GEOPALA (Geografi Pecinta Alam). Setelah terbentuk tidak sedemikian lupa langsung bisa mengadakan kegiatan. Waktu itu terjadi perdebatan tentang dimana letak organisasi ini. Apakah masuk struktur BEM J?atau berdiri sendiri?.
inipun telah banyak yang berubah fungsi menjadi ladang pertanian, hanya luasnya tidak seperti gunung Sundoro ataupun Sumbing, dan hanya beberapa punggungan saja yang merupakan ladang pertanian.
Pendakian pun kami mulai dengan melewati jalur selo. Cuaca mendung setelah hujan deras tadi mengiringi langkah kami. Di perjalanan kami menjumpai fauna khas gunung yaitu lutung. Bahkan di atas langit kami menjumpai elang jawa yang sedang terbang bebas. Sungguh penyambutan yang luar biasa bagi kami. Tak lama berselang kami telah memasuki kawasan hutan taman nasional G Merbabu. Jarak pos 1 dengan pos 2 memang paling panjang, dapat ditempuh sekitar 4 jam. Setelah sampai di pos 1 (Dok Malang) kami beristirahat sejenak. Sambil melihat indahnya puncak merapi yang kelihatan mengeluarkan erupsi tipe merapi. Tak lama tim beristirahat, tim kembali melanjutkan perjalanan ke pos 2. diiringi dengan udara yang mulai terasa dingin dikarenakan udara dingin yang mulai naik serta mulai redupnya penglihatan kami karena malam mulai menyelimuti tim. Akhirnya tim putuskan ngecamp karena salah satu teman tim ada yang sudah tidak kuat.
Paginya kami lanjutkan perjalanan menuju ke Batu Tulis (Pos 3), dimana Batu Tulis adalah inmemoriam dari teman RAFAPALA Surabaya dengan nama Heri Susanto yang meninggal pada tanggal 23 februari 1997. kemudian tim menuju Sabana 2 daerah jemblongan dengan tanjakan kira-kira 45 derajat. Daerah jemblongan sendiri adalah padang sabana yang sangat luas dan indah pemandanganya untuk dinikmat dibawah gunung kukusan. Setelah beristirahat sejenak tim melanjutkan perjalanan menuju puncak merbabu yang sudah terlihat. Tepat pada pukul 12.00 tim sudah sampai di puncak.
Di puncak ini dapat dilihat beberapa jajaran gunung di jawa tengah seperti G. Senduro, G.Sumbing, G.lawu, G.Merapi dan G.Slamet. Gunung merbabu relatif masih terjaga dengan baik akan kan kelestarian ini dapat di nikmati anak cucu kita..???? (Kera)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar